Teruntuk kamu seseorang di pintu keempat dari ruang kelas saya.
Terima kasih sudah bersedia saya cintai diam-diam yang berujung sama sekali tidak diam-diam. Jangan mengharap surat yang lebih panjang lagi, saya tidak ingin perasaan saya kepadamu semakin panjang. Karena mencintaimu bukan perkara yang tidak meninggalkan cerukan luka.
Tertanda,
Seseorang yang sering mengamatimu dari bangku panjang depan kelas.
CONVERSATION
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
About Me
Popular Posts
-
#2 The Unrequited Love Poem Syllables Oleh: Refa Annisa Kalau bagi Tanya Baskoro, memikirkan seorang Ale sebagai Aldebaran Risjad ...
-
source: haikudeck.com Jejak Pesawat Oleh : Refa Annisa Seutas garis putih kini melintang di langit lazuardi. Kamu yang melihatnya...
-
#1 Outside the Window Under the Rain Oleh: Refa Annisa Mungkin hujan masih akan bertahan lama. Ia terlalu merindukan tanah, bahkan mem...
-
source: explainers.nysci.org/ Crimson Day Oleh : Refa Annisa “ Now, Crimson Day is beginning…” bisikku dengan senyum licik terpoles...
Blog Archive
-
▼
2017
(19)
-
▼
Januari
(9)
- Letter to Someone at Fourth Door
- Saya vs Opini Orang-orang
- Ungkapan yang Menguatkanmu
- Bagiku Hidupku, Bagimu Hidupmu
- Tiga Film yang Meninggalkan Banyak Kesan
- 6 Years and Still Counting
- Resolusi yang Teracak Muncul di 2017
- Dari Gregetan Sampai Dipaksa Pakai Gincu
- Kriteria Kekasih yang Pernah Saya Dambakan
-
▼
Januari
(9)
0 comments:
Posting Komentar